Lamborghini di Bawah Kepemilikan Indonesia

Hmm…. Ini tulisan dah pernah dipublish di kaskus, sekarang mo dipublish di sini juga ah, biar ga sepi2 amat nih blog….
Mungkin sudah banyak di antara kaskuser yang tahu, bahwa Perusahaan Mobil Sport Lamborghini pernah dimiliki oleh dua orang Indonesia, yaitu Setiawan Djodi dan Tommy Suharto. Tapi di sini TS mau menceritakan bagaimana salah satu perusahaan pembuat supercar paling bergengsi ini bisa sampe dimiliki dan akhirnya dilepas oleh orang Indonesia.
Kepemilikan Lamborghini oleh Indonesia di awali oleh merosotnya penjualan Lamborghini Diablo di tahun 1992. Harganya yang mencapai US$ 239.000 ternyata tidak cukup terjangkau oleh konsumen supercar di Amerika Serikat. Chrysler, yang saat itu masih menjadi Parent Company Lamborghini, mulai memikirkan untuk menjual investasinya di Lamborghini. Akhirnya, di tahun 1994, Chrysler menjual seluruh sahamnya di Lamborghini ke sebuah perusahaan bernama MegaTech. MegaTech merupakan perusahaan berbasis di Bermuda, namun dimiliki secara penuh oleh konglomerat Indonesia SEDTCO Pty, yang dimiliki oleh Setiawan Djody dan Tommy Suharto. Megatech membeli Lamborghini dari Chrysler seharga US$ 40 Juta. Transaksi ini meliputi hak merek, pabrik pembuatan dan perakitan mobil, pabrik mesin balap Modena, dan Lamborghini USA (sebagai ATPM di AS). Setiawan Djody lalu merombak manajemen Lamborghini, dan dari hasil perombakan itu, Lamborghini mulai mengeluarkan lebih banyak varian supercar. Akhirnya usaha Djody mulai menampakkan hasilnya, penjualan Lamborghini di tahun 1995 menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. Di tahun itu juga, MegaTech menjual 40 persen sahamnya ke perusahaan Malaysia MyCom Bhd.
Meskipun mengalami peningkatan penjualan yang tinggi, namun Lamborghini masih mengalami kerugian usaha. Lalu, di bulan November 1996, Lamborghini kembali melakukan perombakan manajemen. Di bawah manajemen yang baru ini, Lamborghini melakukan efisiensi, meningkatkan agresivitas produksi dan promosi. Akhirnya, di tahun 1997, Lamborghini mulai mendapatkan laba usahanya serta kembali menempatkan diri di jajaran atas pembuat supercar.
Namun, ketika krisis keuangan menimpa Asia di tahun 1997, Lamborghini akhirnya lepas dari tangan Indonesia ke Volkswagen AG. Volkswagen AG, mengambil alih Lamborghini melalui Audi seharga US$ 110 Juta.
Meskipun kepemilikan pengusaha Indonesia atas Lamborghini tidak lebih dari tiga tahun, namun tetap dapat menoreh sejarah dalam dunia otomotif, terutama di sektor Supercar, karena telah menyelamatkan Lamborghini dari kebangkrutan dan mengembalikan nama Lamborghini ke jajaran atas pembuat Supercar.
Lamborghini yang diproduksi di era kepemilikan Djody-Tommy
*Dari berbagai sumber, tapi kebanyakan dari Wikipedia




hai, senang bertemu Anda melalui blog ini sy Agus Suhanto, tulisan yang oke
lam kenal yaa